Banjar vetboennews.my.id— Proses demokrasi di tingkat desa kembali menunjukkan wajah yang tertib dan matang. Pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Minggu (19/04/2026), berlangsung aman, lancar, dan kondusif hingga tahap penetapan hasil.
Sejak pagi hingga malam hari, kegiatan yang digelar di Kantor Desa Karyamukti ini diikuti ratusan warga serta melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga panitia penyelenggara. Seluruh tahapan berjalan sesuai mekanisme, mulai dari pemungutan suara, penghitungan, hingga pembacaan hasil akhir.
Kapolsek Pataruman, AKP Hadi Winarso, S.Sos., M.H., memastikan pengamanan kegiatan berjalan optimal sehingga seluruh proses dapat berlangsung tanpa gangguan.
“Kami pastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib, mulai dari awal hingga penetapan hasil, sehingga masyarakat dapat mengikuti proses demokrasi ini dengan tenang,” ujarnya.
Dalam proses rekapitulasi, panitia secara terbuka membacakan hasil perolehan suara dari masing-masing TPS, disaksikan oleh saksi calon dan pihak terkait. Transparansi menjadi kunci utama, sehingga seluruh peserta menerima hasil dengan baik.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, ditetapkan anggota BPD terpilih dari masing-masing TPS dengan perolehan suara tertinggi, yakni Agus Rudiana (TPS 1), Tantan Andriansyah (TPS 2), Ihin Solihin (TPS 3), Agus Hendrik Wibowo (TPS 4), dan Fahmi Zamzam Nurali (TPS 5). Sementara untuk keterwakilan perempuan, ditetapkan Ipah Roatifah, S.Pd dan Lia Yukiawati, S.Pd sebagai peraih suara terbanyak.
Seluruh hasil pemilihan tersebut telah disahkan oleh panitia dan dinyatakan sah sesuai ketentuan yang berlaku untuk periode 2026–2034.
Partisipasi masyarakat yang tinggi serta penerimaan hasil secara terbuka menjadi indikator kuat bahwa pelaksanaan demokrasi desa berjalan dengan baik. Tidak ditemukan adanya gangguan maupun konflik selama kegiatan berlangsung.
Dengan berakhirnya tahapan ini, diharapkan anggota BPD terpilih dapat menjalankan amanah sebagai representasi masyarakat, sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan dan akuntabel.
Kegiatan ini menegaskan bahwa dengan sinergi seluruh pihak, proses demokrasi di tingkat desa dapat berjalan damai, tertib, dan memberikan hasil yang diterima bersama.

