KOTIM,– Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Antang Kalang terus berkomitmen membentengi generasi muda dari berbagai dampak negatif perkembangan zaman. Pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, dua personel Polsek Antang Kalang, Bripka Ramadhani dan Brigpol Aji Pangestu, melaksanakan kunjungan ke SMAN 1 Antang Kalang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Kehadiran Personel Polsek Antang Kalang ini bukan tanpa alasan. Mereka hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi penting mengenai bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA), kenakalan remaja, serta maraknya fenomena judi online yang kini tengah mengintai usia sekolah.
Di hadapan para pelajar, Bripka Ramadhani dan Brigpol Aji Pangestu memaparkan secara detail dampak buruk yang ditimbulkan jika seorang remaja terjerumus ke dalam lingkaran hitam NAPZA dan judi online, baik dari segi kesehatan, masa depan, maupun jerat hukum yang menanti.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Antang Kalang IPTU Budi Hartono, S.H.,M.H. menyatakan bahwa kegiatan Police Goes to School ini merupakan agenda rutin yang dioptimalkan demi menyelamatkan generasi penerus bangsa, khususnya di wilayah hukum Kecamatan Antang Kalang.
“Kegiatan sosialisasi ini adalah langkah preventif kami untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada para siswa agar tidak salah melangkah. Saat ini, tantangan remaja bukan lagi sekadar kenakalan konvensional, melainkan juga ancaman digital seperti judi online dan peredaran NAPZA yang semakin terselubung,” ujar Kapolsek Antang Kalang.
Beliau juga menambahkan bahwa pihak kepolisian tidak bisa bergerak sendiri dalam mengawasi tumbuh kembang para remaja.
“Kami berharap ada sinergi yang kuat antara pihak sekolah, orang tua, dan kepolisian. Dengan pemahaman yang baik, kita harapkan siswa-siswi SMAN 1 Antang Kalang dapat memproteksi diri mereka sendiri, fokus meraih prestasi, dan menjadi pelopor kamtibmas di lingkungan mereka,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung interaktif tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah dan para siswa. Melalui edukasi ini, diharapkan angka kenakalan remaja serta keterlibatan pelajar dalam aktivitas ilegal dapat ditekan secara maksimal.

