SAMPIT – Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Mentaya terus berkomitmen merawat kondusivitas keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya. Komitmen ini diwujudkan melalui program bertajuk Minggu Kasih yang digelar pada Minggu (26/7/2026).
Kegiatan tatap muka dan dialog interaktif bersama elemen masyarakat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek KP Mentaya, Ipda Ahmad Zaenal.
Melalui forum santai ini, kepolisian menyerap aspirasi, keluhan, serta masukan dari warga sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir terkait situasi keamanan lingkungan. Selain mempererat silaturahmi, kehadiran jajaran Polsek KP Mentaya juga bertujuan untuk memastikan masyarakat merasa aman dan terlindungi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Tidak hanya fokus pada isu kamtibmas umum, dalam kesempatan tersebut Ipda Ahmad Zaenal juga memberikan imbauan khusus terkait bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Mengingat dampak buruk yang ditimbulkan oleh asap Karhutla, masyarakat diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Kapolsek KP Mentaya, Ipda Ahmad Zaenal, menyampaikan bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
“Melalui kegiatan Minggu Kasih ini, kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kendala di tengah masyarakat sekaligus mengedukasi warga. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas dan saling peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar Ipda Ahmad Zaenal.
Ia juga menambahkan pesan penting terkait perlindungan lingkungan di wilayah Kotawaringin Timur.
“Kami juga mengimbau warga agar tidak sekali-kali membakar hutan dan lahan. Mari kita bersama-sama menjaga Kota Sampit yang kita cintai ini agar tetap aman, kondusif, dan bebas dari bahaya kabut asap,” pungkasnya.

