Binrohtal di Ruang Tahanan, Warga Binaan Diajak Muhasabah dan Menata Diri

Banjar – Pembinaan terhadap warga binaan tidak hanya dilakukan melalui pengawasan dan penegakan aturan. Di ruang tahanan Polres Banjar, pembinaan juga menyentuh sisi rohani dan mental melalui kegiatan Binrohtal yang dilaksanakan Selasa (29/9/2026).

Kanit Bhabinkamtibmas Sat Binmas Polres Banjar, Aiptu Yadi Heratriyadi, hadir memberikan pembinaan dan ceramah keagamaan kepada para warga binaan. Pesan yang disampaikan mengajak mereka memanfaatkan masa selama berada di tahanan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum.

Dalam penyampaiannya, Aiptu Yadi mengajak warga binaan meneladani sifat Rasulullah SAW, yakni sidiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Nilai tersebut menjadi pengingat pentingnya kejujuran, tanggung jawab, menyampaikan kebaikan, serta membangun pola pikir yang lebih baik dalam menjalani kehidupan.

Selain pembinaan keagamaan, warga binaan juga diingatkan untuk menaati seluruh aturan selama berada di ruang tahanan. Mereka diajak tetap menjaga sikap, memperbanyak doa dan zikir, serta bersabar dalam menjalani proses hukum.

Kasat Tahti Polres Banjar Iptu Agus Supriatman mengatakan, pembinaan rohani menjadi bagian penting dalam mendampingi warga binaan selama menjalani proses hukum.

“Pembinaan di ruang tahanan bukan hanya tentang menjaga ketertiban, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk melakukan muhasabah. Kami berharap mereka dapat mengambil pelajaran dari apa yang sedang dijalani dan memiliki tekad untuk memperbaiki diri,” ujarnya.

Menurut Iptu Agus, kegiatan Binrohtal dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pembinaan bersama Sat Binmas. Pendekatan secara langsung diharapkan dapat membantu membangun kesadaran warga binaan agar setelah menjalani proses hukum nantinya mampu kembali ke tengah masyarakat dengan sikap dan perilaku yang lebih baik.

Binrohtal pun menjadi pengingat bahwa proses pembinaan tetap berjalan di balik ruang tahanan. Bukan sekadar mengisi waktu, tetapi memberi kesempatan kepada warga binaan untuk berhenti sejenak, bermuhasabah, dan menata kembali langkah kehidupan ke depan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *