Banjar – Pos Satkamling di Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, tak sekadar menjadi tempat warga berjaga. Senin (7/9/2026) malam, tempat itu berubah menjadi ruang dialog antara masyarakat dan Polres Banjar.
Sekitar 70 warga hadir dalam Ruang Riung Kamtibmas. Berbagai persoalan dibicarakan secara terbuka, mulai dari keamanan lingkungan, kenakalan remaja, penggunaan kendaraan bermotor, hingga layanan Call Center 110.
Kabag Ops Polres Banjar Kompol Cucu Juhana, A.Ks., selaku Pamatwil 1 Satkamling mengatakan, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi Polres Banjar untuk mendengar langsung kondisi masyarakat. Informasi dari warga dinilai penting untuk menjaga situasi Kota Banjar tetap aman dan kondusif.
“Polri membutuhkan informasi dari masyarakat. Kondisi Kota Banjar sampai saat ini aman, namun situasi tersebut harus dijaga secara kolaboratif,” ujarnya.
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR., menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara Polres Banjar dan masyarakat. Empat prinsip, yakni adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif, menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Suasana dialog semakin interaktif ketika warga menanyakan tata cara menggunakan Call Center 110. Petugas tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga melakukan simulasi langsung agar warga memahami cara memanfaatkannya ketika membutuhkan bantuan atau hendak menyampaikan informasi.
Persoalan sosial ikut menjadi perhatian. Kepala Desa Rejasari menyampaikan pentingnya memperhatikan data desil yang menjadi salah satu acuan penerima bantuan sosial. Ia juga mengajak keluarga dan lingkungan masyarakat bersama-sama mencegah kenakalan remaja dengan mengarahkan generasi muda pada kegiatan positif.
Polres Banjar turut mengajak masyarakat memperkuat kembali fungsi Satkamling. Pos kamling diharapkan menjadi ruang kebersamaan, tempat warga bertukar informasi, sekaligus mendeteksi lebih awal berbagai potensi gangguan keamanan.
Perhatian juga diberikan terhadap penggunaan kendaraan bermotor oleh kalangan remaja. Warga diajak ikut mengawasi agar anak-anak tidak menggunakan knalpot yang mengganggu kenyamanan masyarakat.
Ruang Riung Kamtibmas berlangsung hingga sekitar pukul 22.40 WIB. Pertemuan tersebut menjadi gambaran bahwa keamanan lingkungan tidak hanya dibangun melalui penjagaan, tetapi juga melalui komunikasi, kepedulian, dan kolaborasi antara Polres Banjar dengan masyarakat.

