SAMPIT – Guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak bencana asap di wilayah Kalimantan Tengah, Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Mentaya memasang spanduk imbauan Operasi Bina Karuna Telabang 2026 di depan Mapolsek, Kamis (23/7/2026).
Pemasangan spanduk ini merupakan bentuk sosialisasi masif kepada masyarakat, khususnya para pengguna jasa pelabuhan dan warga sekitar, agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan.
Adapun Operasi Bina Karuna Telabang 2026 ini dijadwalkan berlangsung selama 20 hari, terhitung sejak 22 Juli hingga 10 Agustus 2026.
Kapolsek KP. Mentaya, Ipda Ahmad Zaenal, menegaskan pentingnya peran aktif seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah potensi bencana asap yang kerap mengintai saat musim kemarau.
“Kami mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dengan tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Mari kita bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif, serta membebaskan wilayah Kalimantan Tengah dari bahaya dan bencana asap,” ujar Ipda Ahmad Zaenal.
Melalui operasi ini, pihak kepolisian akan mengedepankan upaya preemtif dan preventif melalui edukasi, imbauan, serta dialog langsung dengan masyarakat. Polsek KP. Mentaya berharap langkah ini dapat menekan angka kejadian karhutla sehingga ruang udara Kalimantan Tengah tetap bersih dan aman bagi kesehatan.

